home

Jumat, 22 Maret 2013

Cinta di Sepanjang Jalan Cita-Cita

 
Sudah lama angan-angan itu tertulis di dalam diary ku
Sudah lama pikiranku melayang menjelang tidur
Sudah lama menjadi beban diantara banyaknya impian masa depan

Aku ingin keliling dunia,
tapi bersama suami.
Aku ingin melajutkan S3 ke Harvard University,
tapi bersama suami.
Aku ingin membangun suatu yayasan pendidikan dan sosial,
tapi bersama suami.
Aku ingin mempunyai suatu peternakan, pertanian dan restoran halal yg bisa membantu terapi kesehatan,
tapi bersama suami.
Aku ingin sekali naik haji bersama orang tua,
tapi juga didampingi suami.
Aku ingin punya mobil pajero sport dakar dan berkeliling daerah pegunungan yang sejuk,
tapi bersama suami dan anak-anakku.
Aku ingin tinggal di sebuah rumah sederhana namun penuh dengan pepohonan dan taman bunga,
tapi bersama suami.

Aku ingin sekali menjadi seorang istri sholeha untuk suamiku nanti
Aku ingin menyambutnya pulang kerja dengan pakaian wangi dan senyum manisku
atau juga mungkin menunggunya menjemputku di kantor..
Mendengarkan keluh kesahnya seharian diluar sana
Memijat lembut tubuhnya yang lelah
Membuatkan masakan kesukaannya yang tidak bisa dicicipinya ditempat lain
Menggelar sajadah untuk ikut sholat dan mengaji bersamanya
Melahirkan putra putri yang sehat, cerdas dan sholeha untuknya
Melihatnya bermain bersama anak-anak
Menata rumah yang bersih dan nyaman agar menjadi surga dunianya
Berdandan secantik mungkin agar menjadi penyejuk mata dan hatinya
Saling menghibur dikala terjatuh dan sedih
Saling tertawa dikala senang dan bahagia
Aku tau, akan ada pasang surut, ombak, dan badai disepanjang jalan pernikahan kita nanti
Namun, betapa lelahnya perjalanan kita nanti, aku ingin selalu tersenyum agar ia tersenyum
Karena aku ingin menjadi satu-satunya bidadari surga yang dicintainya

Aku ingin memiliki anak-anak yang sehat, cerdas dan sholeh/ sholeha,
Memberikan pelajaran moral dan agama sejak dalam kandungan
Merawat anak-anak dengan tanganku sendiri dibantu oleh suami
Memberi asi eksklusif agar mereka sehat dan cerdas
Meluangkan waktu malam untuk mendengar kisah mereka di sekolah
Mengecek isi tas, buku dan segala hal yang dituliskan mereka dalam agenda sekolah
Mengulangi dan mereview pelajaran dari sekolah mereka
Mengecek kesehatan mereka
Memastikan tingkah laku mereka tidak menyimpang dari norma agama dan sosial
Mengajarkan mereka sholat 5 waktu
Membimbing mereka mengaji
Mengajarkan mereka tentang segala kebaikan dan ibadah
Menceritakan tentang akhirat nanti agar ia mempunyai karakter pribadi Islam yang kuat
Agar seimbang kehidupan dunia dan akhiratnya

Aku ingin memiliki keluarga yang sakinah, mawadah n warohmah  
Aku ingin menjadi wanita ahli surga karena berhasil menjadi istri yang sholeha
Aku ingin menjadi wanita ahli surga karena berhasil mendidik anak-anaknya
 .
Apa yang harus aku lakukan ?
Menikah.
Iya, aku harus menikah untuk menggapai semua impianku

Tapi mengapa jalannya begitu berliku Ya Allah ?

Aku sudah berusaha
Berusaha menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya
Berusaha menjadi hamba Allah yang sholeha
Berusaha menjadi anak yang patuh untuk papa mama
Berusaha menjadi sahabat yang baik
Berusaha menjadi mahasiswa teladan dengan nilai dan apresiasi yang baik
Berusaha menjadi masyarakat yang peduli dengan lingkungannya
Berusaha menjadi tetangga yang baik
Berusaha menjadi warga negara yang baik dan tidak menyusahkan
Berusaha menjadi wanita yang baik sebagaimana tercantum dalam surat An-Nisa' di Al-Qur'an.
Sampai saat ini aku masih terus berusaha, ikhtiar, berdoa dan tawakal.

Apa tidak cukup aku menjadi lulusan sarjana ?
Apa tidak cukup gaji dari pekerjaanku sekarang ?
Apa tidak cukup dewasakah aku untuk menjadi seorang istri ?
Apa tidak cukup teladankah aku untuk menjadi ibu bagi anak-anakku ?

Tapi mengapa begitu banyak syaratnya ?

Haruskah aku menyelesaikan pendidikan S2 dulu seperti keinginan orang tua ?
Apakah mengurus rumah tangga dibutuhkan ilmu tersebut ?
Haruskah aku lulus PNS dulu agar bisa menikah ?
Apakah ada yang menjamin lulus PNS akan membuat rumah tangga berkecukupan ?
Haruskah menunggu mapan dan kaya dulu baru boleh menikah ?
Apakah ada yang bisa menebak aku mapan di usia berapa ?
Jika baru mapan di usia 35 tahun, berarti aku baru boleh menikah di usia 35 tahun ?

Bagiku usia 24 tahun sudah cukup untuk membangun sebuah istana
Bagiku sarjana sudah cukup untuk bisa berpikir dewasa tentang masa depan
Bagiku gajiku sekarang sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga nanti
Bagiku ilmu rumah tanggaku sudah cukup untuk bisa mengurus rumah tangga, suami dan anak-anak nanti
Bagiku hatiku sudah ingin menikah

Mudahkanlah Ya Allah..


Pekanbaru, 22 Maret 2013
Serli

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar