home

Selasa, 03 Desember 2013

Malas dan Sulit Fokus



Ayo fokus pada hal yang penting dan mendesak


Kemalasan adalah musuh produktivitas. Jika kita malas, tidak ada cara lain kita bisa mencapai hal-hal yang berarti. Kita mungkin menunda-nunda melakukan sesuatu, atau bahkan jika kita melakukannya, kita melakukannya dengan setengah hati. Hasil berkualitas tinggi tidak akan tercapai dengan cara-cara seperti itu.
Jadi kita perlu untuk mengatasi kemalasan. Berikut adalah 16 tips yang saya anggap berguna untuk mengatasi kemalasan:

1. Olah raga
Anda bisa merasa malas jika anda tidak memiliki energi yang cukup untuk melakukan aktivitas anda. Berolahraga adalah cara yang baik untuk meningkatkan tingkat energi anda sehingga anda merasa berenergi dan waspada sepanjang hari.

"Oke, besok setelah sholat subuh jam 5, mengaji sekitar 4 halaman, trus bantu mama masak. Jam 6 langsung jogging keliling komplek sampai jam 7, sekaligus beli bubur ayam kesukaan.. Haha"

2. Istirahat yang cukup
Tidak memiliki cukup istirahat juga bisa membuat anda malas. Bagaimana anda merasa antusias jika anda mengantuk? Jadi pastikan bahwa anda memiliki istirahat yang baik.

"Aduh, jam 10 sepertinya memang harus matiin laptop, HP dan segala hal yg mengganggu. Kalau sering-sering tidur jam 3 malam bisa cepat tua nanti.. Hihi."

3. Tetapkan batas waktu minimum untuk memulai
Hal yang paling sulit adalah untuk memulai – sisanya akan lebih mudah. Jadi tetapkan sedikit waktu, seperti 15 menit atau bahkan 5 menit, dan mulailah mengerjakan tugas sampai waktunya habis. Setelah itu, akan lebih mudah memutuskan untuk melanjutkan.

 "Oh oke, besok selesai jogging, mandi dan sarapan. Trus jam 8 udah harus mulai menyelesaikan proposal. Stop cek email, blog, facebook, bbm, twitter, kakao, line, whatsapp, sms, telp dan sebagainya. Fokus dulu 1 jam saja."

4. Menciptakan rasa urgensi
Ini adalah salah satu cara yang paling efektif untuk mengalahkan kemalasan. Jika Anda memiliki rasa urgensi, maka akan lebih mudah untuk bangun dan melakukan apa yang perlu Anda lakukan. Salah satu cara untuk menciptakan rasa urgensi adalah dengan menetapkan tenggat waktu.

"Hm, deadline. Okelah kalau begitu. Intinya bulan Des 2013 udah seminar proposal. Januari udah terjun penelitian. Februari udah sidang hasil. Maret udah sidang tesis dan Yudisium. Jadi bisa wisuda Oktober 2014 nanti"

5. Lihatlah pada manfaat
Salah satu alasan kita menjadi malas karena kita hanya melihat kesulitan dari tugas ke depan tanpa memikirkan manfaat yang akan kita dapatkan ketika kita menyelesaikannya. Jadi fokuskan pikiran anda pada manfaat bukan kesulitan.

"Oh iyaa, manfaat. Kalau rajin, kan bisa menghemat biaya uang SPP. Nah, bisalah tu dibelikan mobil. Atau ditabung ajalah utk beli rumah nanti, atau untuk jalan-jalan pas liburan nanti. Trus, bisa buat papa mama senang karena anaknya lulus kuliah selalu tepat waktu. Bisa melamar jadi dosen atau melamar jadi cpns. Trus, bisa fokus kerja tanpa perlu mikirin tugas dan bentrok antara waktu kuliah maupun waktu kerja. Trus, bisalah dapat restu orang tua untuk nikah setelah selesai S2 dan lulus cpns. Aih, semangat semangat.."

6. Menetapkan hadiah untuk diri sendiri
Jika manfaat terlalu jauh dicapai di masa depan, maka mungkin tidak cukup kuat untuk memotivasi anda untuk bertindak sekarang. Dalam kasus tersebut, anda dapat memberikan diri anda hadiah lebih cepat. Anda mungkin membiarkan diri anda untuk makan makanan favorit anda atau menonton bioskop sebagai hadiah anda telah menyelesaikan tugas.

"Hmmm, hadiah.? Apalah ya. Tak terbiasa memberi hadiah pada diri sendiri. Hm, hadiahnya nanti liburan 1 keluarga. Mau jalan-jalan nemuin seluruh keluarga di Padang-Jakarta-Tangerang-Bandung."

7. Pikirkan tentang apa yang akan terjadi jika Anda tidak melakukannya
Sementara berpikir tentang manfaat yang dapat memotivasi Anda, pikirkan juga tentang kerugian jika anda tidak melakukan tugas-tugas tersebut. Apa konsekuensi jika anda tidak melakukan apa yang seharusnya anda lakukan?

"Hm, kerugian jika ga dilakukan. Yang pertama : uang SPP semakin banyak dikeluarkan. Kasihan papa mama, si adek juga mulai masuk kuliah tahun 2013 ini. Yah, walaupun dia dapat undangan UI, tapi tetep ada pengeluaran juga buat biaya kuliah si adek. Trus kerugian ke2 : malu dong sama teman-teman yang juga pada S2 diluar tapi bisa selesai tepat waktu (2 tahun). Nah diriku masa ga bisa selesai tepat waktu.? Trus kerugian ketiga : Ga bisa dapat pekerjaan mapan seperti melamar kerja jadi dosen. Kalaupun melamar cpns tentu bisanya pakai ijazah S1 dulu. Kerugian keempat : Bisa bentrok antara kerja n kuliah kalau kuliah ga selesai juga tahun ini. Karena tahun ini udah harus kerja lagi, cukuplah meliburkan diri selama Maret-Des 2013, jadi bisa nabung lagi. Kerugian kelima : Kalau kuliah ga selesai, kerja ga mapan, susahlah dapat izin ortu buat nikah. Umur udah 24 tahun. Makin tua makin lemah raga ni untuk punya anak."

8. Cari partner
Partner dapat memotivasi Anda untuk mengatasi kemalasan. Meskipun motivasi dari dalam diri adalah yang terbaik, kadang-kadang kita juga perlu motivasi dari luar.

"Ow, partner ada. Tapi susah nak ketemu. Dia pun banyak masalah dengan tesisnya."

9. Meminimalkan waktu idle (kosong)
Nyatakan tekad anda untuk meminimalkan waktu idle. Cobalah untuk melakukan sesuatu sesering mungkin. Jika Anda memiliki pola pikir ini, akan lebih mudah untuk mengatasi kemalasan.

 "Ya ya ya, banyak waktu kosong ternyata malah membuat rasa malas semakin besar. Waktu masih kuliah sambil kerja kemarin malah rajin. Kerja dan kuliah dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore, dari senin-minggu. Malamnya begadang ngerjain semua tugas kuliah yang menumpuk. Tapi badan jadi lemah dan jadi sering keluar masuk RS sambil rawat jalan. Sampai akhirnya opname di RS. Dokter dan orang tua pun menyarankan harus fokus dengan kesehatan dan kuliah dulu. Satu persatu diselesaikan"

10. Bagilah tugas menjadi bagian-bagian kecil
Kita bisa menjadi malas jika kita merasa kewalahan oleh skala tugas. Dalam kasus tersebut, membagi tugas menjadi bagian-bagian kecil yang lebih terkelola, dan kemudian tangani mereka satu per satu. Ingatlah prinsip cara makan seekor gajah adalah dengan cara melakukan satu gigitan kecil pada sekali waktu.

"Hm, ya sudah dipilah-pilah jadi bagian terkecil ini. Buat agenda per-hari, apa aja yg mau dilakukan esok hari. Bukan mikirin apa yg akan dilakukan tahun esok."

11. Putuskan apa tindakan selanjutnya
Kita mungkin menunda-nunda karena kita tidak yakin apa yang harus dilakukan selanjutnya. Jadi lihatlah pada tugas anda dan putuskan apa tindakan selanjutnya. Setelah anda tahu persis apa yang harus dilakukan, maka akan lebih mudah untuk memulai.

"Jangan menunda-nunda, biar gak numpuk semua"

12. Melakukan satu hal pada sekali waktu
Ini mungkin tampak jelas, tetapi kita bisa menjadi malas karena kita mencoba untuk melakukan lebih dari satu hal pada sekali waktu. Itu membuat kita merasa kewalahan. Jadi pilih melakukan hanya satu hal pada sekali waktu dan mengabaikan sisanya.

"Yap, selesai bimbingan dgn dosen pembimbing 1, langsung atur janji dengan dosen pembimbing 2, mudah2an bisa cepat ditemui, perbaikan, acc dan maju sidang"

13. Tantang diri anda
Buatlah tugas menjadi menyenangkan dengan mengubahnya menjadi sebuah tantangan. Misalkan : Dapatkah anda menyelesaikan tugas-tugas? Banyak orang bisa melakukannya, jadi mengapa tidak bisa Anda?

"Iyaa, udah ada seorang teman SMA 2007 dulu yang udah wisuda S2 UGM bulan Oktober 2013 kemarin.. Aku kapaan.?? Kapan.?? Harus cepat-cepat, selelsaikan dengan hasil terbaik. Semangat."

14. Tuliskan kemajuan Anda
Anda akan lebih termotivasi jika anda dapat dengan mudah melihat efek dari kemalasan. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan menuliskan kemajuan anda setiap hari. Beri tanda setiap kali anda menyelesaikan tugas. Kemalasan akan memberikan lembar kosong, dan anda dapat dengan mudah melihat betapa buruknya hal itu.

"Seperti harus mulai ngisi agenda lagi nih. Hari ini kemajuan apa yg udah saya lakukan.? Hal baik apa saja yg sudah dikerjakan.?"

15. Melihat kemajuan orang lain
Mengetahui seberapa jauh anda di belakang dibandingkan dengan orang lain juga bisa memotivasi anda. Lihatlah hal-hal baik pada orang lain tersebut, pada area mana bisa anda perbaiki, dan biarkan mereka menginspirasi anda.

"Inspirasiku, hm.. Teman sekelas udah ada 2 orang yang seminar proposal, sementara aku beluumm.. Trus inspirasi lainnya salah seorang dosen wanita yang meraih gelar profesor pada usia 45 tahun. Beliau pernah bercerita dulu sanggup kuliah S3, sambil bekerja, sambil mengurus rumah tangga dan mengurus anak-anaknya yang masih balita. Salut. Mamaku juga gitu, beliau seorang wanita karir, sambil mengurus rumah tangga dan anak-anaknya tanpa bantuan pembantu rumah tangga. Kegiatan sosial juga gak ketinggalan, tetap gaul, hahaha.. Semua beres. Alhamdulillah. Kuncinya pandai mengatur waktu. Sedangkan aku masih harus banyak belajar tentang pengaturan waktu..."

16. Menyelaraskan diri dengan apa yang penting menurut anda
Sementara semua tips di atas bisa membantu anda, maka akan lebih mudah untuk mengatasi kemalasan jika anda melakukan sesuatu yang penting menurut anda. Anda akan memiliki kobaran api dalam diri yang membuat anda ingin bertindak. Jadi temukan sesuatu yang penting tersebut dan selaraskan diri sebanyak mungkin dengan hal itu.

"Semuanya penting bagiku sekarang. Target di usia 24 tahun ini adalah wisuda S2, lulus PNS, dan menikah, hehehe."

17. Ingat Allah dan tujuan hidup di dunia adalah akhirat

"Yap, ini gak boleh ketinggalan. Apapun kegiatan hidup di dunia ini, ingatlah tujuan akhir kita nanti adalah akhirat. Jadilah pribadi yang disayangi oleh Allah SWT agar hidup kita terasa berkah, bahagia dunia & akhirat."


Sumber :
1. http://www.akuinginsukses.com/16-cara-ampuh-mengatasi-rasa-malas/
2. dengan sedikit tambahan oleh penulis

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar